Kamis, 12 November 2009

MENGHIDUPKAN MALAM DENGAN QIYAMUL LAIL

Wahai saudaraku—semoga Alloh SWT meneguhkan kita di atas jalan-Nya yang lurus—suatu ketika Rosululloh SAW mengatakan kepada salah seorang sahabatnya yang bernama Robi’ah bin Ka’ab al-Aslami : “Wahai Ka’ab, mintalah kepadaku.” Lantas dengan polos dia menjawab: “Wahai Rosululloh, aku ingin bisa menemani engkau di surga.” Maka Rosululloh n bertanya lagi kepadanya: “Adakah selain itu?” Maka dia menjawab lagi: “Wahai Rosululloh, hanya itulah permintaanku.” Kemudian Rosululloh SAW menjawab: “Wahai Ka’ab, bantulah aku dengan memperbanyak sujud!” (HR.Muslim: 489)

Imam an-Nawawi berkata: “Yang dimaksud memperbanyak sujud adalah memperbanyak sholat {1}.” (Syarah Shohih Muslim kar. Imam an-Nawawi:2/238)

Sholat sunnah mempunyai peranan yang sangat penting ketika hari penghitungan amal nanti. Ia berperan sebagai penyempurna bagi kewajiban-kewajiban yang kita lalai dalam menunaikannya. Sholat sunnah banyak sekali ragamnya tetapi yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam (qiyamul lail).{2}

Karena begitu penting dan utamanya, Alloh SWT menyebutkan di banyak tempat dalam kitab-Nya.{3}

Wahai saudaraku yang kucintai, pada edisi kali ini kita akan membahas tentang sholat malam, dengan berharap semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh SWT yang menghidupkan malam-malamnya dengan sujud dan berdiri dalam rangka mencari ridho Alloh. Semoga bermanfaat.


Hukum, Waktu dan Jumlah Roka’at Sholat Malam


Hukum sholat malam adalah sunnah muakkad. Waktunya dimulai setelah sholat isya‘ sampai dengan sebelum waktu sholat subuh. Boleh dikerjakan di awal waktu, tengah, ataupun akhir waktu. Akan tetapi, waktu yang paling utama adalah sepertiga malam yang terakhir di mana pada waktu itu tidaklah bangun untuk mengerjakan ibadah kepada Alloh SWT kecuali sangat sedikit. Dan pada waktu itulah Alloh SWT turun ke langit dunia seraya berkata:
“Aku adalah Raja, Aku adalah Raja, barang siapa yang berdo’a kepada-Ku maka akan Kukabulkan do’anya, dan barang siapa yang meminta kepadaKu maka akan Kuberi, dan barang siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka akan Kuampuni dosa-dosanya.” (HR. al-Bukhori: 1145)

Sedangkan jumlah roka’atnya, paling sedikit adalah 1 roka’at berdasarkan sabda Rosululloh SAW: “Sholat malam adalah 2 roka’at (salam) 2 roka’at (salam). Apabila salah seorang di antara kamu khawatir akan datangnya waktu shubuh maka hendaklah dia sholat 1 roka’at sebagai witir baginya.” (HR. al-Bukhori: 990, Muslim: 749).

Dan yang paling sering dikerjakan oleh Rosululloh SAW adalah 11 roka’at berdasarkan perkataan Aisyah s: “Tidaklah Rosululloh SAW sholat malam pada bulan Romadhon ataupun bulan yang lainnya lebih dari 11 roka’at.” (HR. al-Bukhori: 1140, 1147 dan Muslim: 738)

Akan tetapi, jumhur (mayoritas) ulama salaf (terdahulu) dan kholaf (belakangan) berpendapat akan bolehnya sholat malam lebih dari 11 roka’at. Namun, yang lebih utama adalah 11 roka’at. Oleh karena itu, al-Qodhi ’Iyadh berkata: “Tidak ada khilaf (perbedaan pendapat ulama) bahwasanya tidak ada batasan, tidak boleh lebih atau kurang dari itu. Karena sholat malam termasuk salah satu bentuk ketaatan yang makin bertambah jumlahnya makin banyak pula pahalanya. Khilaf itu terjadi hanya pada perbuatan Nabi SAW dan apa yang beliau pilih untuk dirinya.” (Shohih Fiqhis Sunnah karangan Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim: 1/414)

Tata Cara Mengerjakannya

Sholat ini boleh dikerjakan 2 roka’at salam, 2 roka’at salam, dan diakhiri dengan 1 roka’at witir. Dan boleh juga dikerjakan 4 roka’at salam, 4 roka’at salam, dan ditutup dengan 3 roka’at witir, atau dengan cara yang lainnya.

Akan tetapi, yang lebih utama 2 roka’at salam, 2 roka’at salam sebagaimana
hadits riwayat Imam al-Bukhori dan Imam Muslim di atas.

Adab­-Adab Mengerjakan Sholat Malam

Di antara adab-adab mengerjakan sholat malam {4} adalah:

1. Bersiwak atau menggosok gigi sebelum mengerjakannya. (HR. al-Bukhori: 246 dan Muslim: 255)

2. Memulainya dengan 2 roka’at yang ringan, karena hal ini bisa menambah giat dan semangat untuk roka’at-roka’at berikutnya. Dan jikalau tidak dimulai dengan 2 roka’at yang ringan juga tidak apa-apa. (HR. Muslim: 767)

3. Boleh mengerjakannya dengan berdiri, duduk, atau berdiri dan duduk.(HR. al-Bukhori: 1118 dan Muslim: 735)

4. Kadang membaca dengan jahr (suara keras) dan kadang dengan sirr(suara lirih).(HR. Muslim: 307)

5. Membangunkan keluarga untuk mengerjakan qiyamul lail. (HR. AbuDawud: 1308, dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’: 3488)

6. Berbaring sebentar setelah qiyamul lail dan sebelum fajar, supaya ada
pemisah di antara keduanya. Selain itu akan menambah semangat dan kesegaran untuk menjalankan sholat subuh. (HR. Bukhori: 1146)

7. Dibenci bila meninggalkannya bagi orang yang sudah terbiasa mengerjakannya. (HR. al-Bukhori: 1152)

Keutamaan Qiyamul Lail (Sholat Malam)

Sebenarnya banyak sekali nash-nash baik dari al-Qur‘an maupun hadits yang menjelaskan keutamaan sholat ini tetapi kami hanya bisa menyebutkan beberapa saja. Mudah-mudahan bisa menjadi motivator (pendorong) kita untuk lebih giat menghidupkan malam-malam kita dengan qiyamul lail.

Diantara keutamaan itu adalah:

1. Qiyamul lail merupakan ciri khas hamba-hamba Alloh SWT yang bertaqwa.(Baca Surat al-Furqon [25]: 63-64, as-Sajdah [32]: 15-17, adz-Dzariyat [51]: 15-18)

2. Akan disediakan baginya surga yang di dalamnya ada ruangan yang luarnya bisa terlihat dari dalam dan dalamnya bisa terlihat dari luar. (HR. Ibnu Hibban: 509 dan dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’: 2123)

3. Qiyamul lail adalah ibadah sholat yang paling utama setelah sholat fardhu. (HR. Muslim: 1163)

4. Penghapus dosa dan kesalahan. (HR. at-Tirmidzi: 2616, dishohikan al-Albani dalam Shohih wa Dho’if al-Jami’: 7528)

5. Meninggikan derajat di surga. (HR. Muslim: 488)

Kiat­Kiat untuk Qiyamul Lail {5}

1. Berusahalah untuk tidur siang dan tidur di awal malam. Jangan begadang malam yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Serta bertekadlah yang kuat untuk bangun malam.

2. Hilangkan dari benak kita perasaan sulit dan berat, karena anggapan tersebut bisa melemahkan semangat kita. Mulailah secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan tingkat kemampuan kita. Jangan langsung memaksakan diri melakukan qiyamul lail sampai kaki bengkak seperti Rosululloh SAW. Jangan pula sholat dengan membaca tiga juz penuh dalam satu roka’at kalau memang yakin belum mampu. Mulailah dengan yang mudah-mudah saja. Bangun setengah jam sebelum subuh lalu sholat dua roka’at kemudian witir 1 roka’at. Tidak perlu memaksakan diri bangun jam dua pagi, sholat berlama-lama, dan menghafalkan do’a-do’a yang biasa dibaca oleh Rosululloh SAW pada saat qiyamul lail. Jangan lakukan terlebih dahulu. Simpan semua cita-cita luhur itu dan mulailah membuat sebuah langkah kecil. Kecil tetapi konsisten, insya
Alloh lebih disukai Alloh SWT.

3. Lihatlah kisah-kisah salaf dalam mengerjakan qiyamul lail baik dalam keadaan sehat ataupun sakit, waktu tidak dalam perjalanan ataupun ketika sedang safar. Dengan mengetahui kisah-kisah mereka hati kita akan tergugah dan terketuk untuk meniru mereka.

4. Kurangilah banyak tertawa, senda gurau, dan banyak mengobrol ke sana kemari tak tentu arah karena hal itu bisa melalaikan hati dan membuatnya keras bahkan bisa mematikannya.

5. Gunakan alarm serta berpesanlah pada teman atau keluarga kita untuk membangunkan kita pada waktu yang kita inginkan.

6. Do’a merupakan senjata kaum muslimin. Maka berdo’alah kepada Alloh SWT supaya membantu kita dalam qiyamul lail karena tidak ada daya dan upaya tanpa bantuan dan pertolongan Alloh SWT.

Nasihat


Wahai saudaraku—semoga Alloh SWT memberikan petunjuk-Nya kepada kita—seharian penuh kita telah disibukkan dengan urusan dunia. Sisihkan dan luangkan waktu malam kita untuk bermunajat kepada Alloh SWT dan meminta ampunan atas segala kesalahan yang telah kita perbuat pada siang harinya. Akankah waktu yang sangat mustajab di kala Alloh SWT turun ke langit dunia itu kita lewatkan berlalu begitu saja tanpa kita isi dengan ketaatan kepada Alloh SWT? Tidak malukah kita kepada hewan-hewan yang bertasbih dan berdo’a kepada Alloh SWT di kala itu?

Akhirnya, semoga Alloh SWT mengampuni semua dosa kita dan memberikan ilmu yang bermanfaat kepada kita, ilmu yang membuahkan amal yang kelak mengantarkan kita ke surga-Nya. Aamiin.

Allohu A’lamu bish-showab.

Catatan Kaki:

{1} Yang dimaksud sholat di sini adalah sholat tathowwu’ (sunnah). Lihat Subulus Salam karangan Imam ash­Shon’ani: 2/6, Taudhihul Ahkam kar. Abdulloh bin Abdirrohman Alu Bassam: 2/377.

{2} Lihat HR. Muslim: 1163.

{3} Baca Surat al­Furqon [25]: 63­64, as­Sajdah [32]: 15­17, adz­Dzariyat [51]: 15­18.

{4} Lihat Shohih Fiqh Sunnah kar. Abu Malik Kamal bin as­Sayyid Salim: 1/401­413

{5} Lihat Kaifa Tatahammasu Liqiyami al­Lail kar. Abul Qo’qo’ Muhammad bin Sholih




Ditulis oleh: Abu Mas’ud al­Kadiriy
Sumber: Buletin Al-Furqon, Tahun ke-3, Volume 10 No. 3, Shofar 1430 H.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar